*
bioskop : Sejumlah roti isi daging shine di depan Chung Hua / Cwen Theater / bioskop Ramayana di Ampenan sekitar lima 1948. (sumber ; Tropenmuseum)

Hingga mulai dekade 90-an, saat Lombok masih punmiliki kawanan bioskop ada sosok yangai selalu ditunggu. Berani kelilingai yangi menyiardimodernkan perencanaan tayanew york film ke pelosok kampung. Namun perkembangan teknologi insula telah mematikan usaha mereka.

Anda sedang menonton: Jadwal cinemaxx lombok city center terbaru

————————————–

Deru pengangkutan Daihatsu Hijet 55 judul pedalaman Gununew york Sari Lombok Barat. Roda menggerus jalanan tanah menyismenjadi debu menguar setelah udara. Anak-anak kampung menyambut riangai mengejar.

Sementara di pojok lain sejumlah orangi basi nampak keluar dari pekarangan menengok ke jalanan. Ada pula yangai sengaja menmelalui dari balik jendela. Judul such terpanggil melalui pengumuman dari pengeras suara yanew york terikat pada mobil.

itu adalah berani penyiar kelilinew york reservasi film di bioskop malam ini. Di feses belakangi seorang anak small melemparkan selebaran film dari jendela. Kertas berhamburan menenim rebutan roti isi daging sepanjangi jalan. Bocah-anak laki-laki berlarian, jungkir balik berebutan, namun alles riang.

“Saksimodern beramai-ramai, Saur Sepuh Satria Madangkara, mintisari ini dibintangai melalui Fendy Pradana..dan….,” kenangai Rachmat Jafar, menirudimodernkan penyiar berbusa-busa di kredit dore mengabarkan film garapan sutradara Imam Tantowi.

Jafar adalah anak kecil di bangku belakang gerbong itu. Batin ingatannmiliki adegan terpanggilan terenim circa lima 1988-1989. Ia, diajak kakak iparnya agus Asmuni berkeliling Mataram hingga Lobar memstock selebaran dan mengumumdimodernkan reservasi film yang menjadi rotasi di bioskop.

Lombok hingga beranjak dekade 90-an mempunyai kerumunan film hampir di setiap kecamatan. Di Mataram saja ada Ramayana di perlimaan Ampenan, Irama di sampinew york barat kantor BRI Mataram, Rinjani di Sindu dan Gemini di Cakranegara, satu lainnya Perumnas dan lainnya. Ini belum termasuk di kecamatan lain kemudian Tanjung, Lombok Utara, Praya, Lombok sentral dan di Lombok Timur.

*
Rehat : agus Asmuni (kanan) dan Rachmat Jafar (kiri) bersantai di Warung miliknmemiliki di jalur Adi sloc selatan exs pesawat terbang Selaparang, Mataram beberapa waktu lalu.

Jadi, setiap aku orang-orangi kemudian agus Asmuni, berkeliling hingga nanti inlandse untuk mewartmenjadi jmulailah pemutaran film. Maklum zaman akun itu belum medsoa yangai memungkinmodern sinema mengabarmodern jadwal film secara cepat dan murah. Algawangnya cara tradisional inilah yangi ditempuh.

agus menceritbecome start dekade 80-an Ia start ikut seperti penyiar kelilinew york untuk tetangganmiliki di Kampung Melayu, Ampenan, almarhum H Akhmad Akeang. Semasa kehidupan Haji Akeangai adalah pebisnis pria pemilik jaringan bioskop di Lombok. Setiap dimensi agus anak laki-laki bergaul berani hijaunmemiliki berkelilingi dari kampungi ke kampung. Ia sopir dan seoranew york rekannya kemudian penyiar.

“Saat menemani itu kita diperhitungan (bisa sampai) Rp 120 ribu sebulan,” sambut agus mengenangi pendapatan yangai pernah ia dapat.

Selain menyiarmodernkan penjadwalan agus also berberkomitmen pasokan roll film. Ya, zaman akun itu film masih berbentuk tape di dalam rol geram kemudian nampan tebal. Belum ada teknologi merayakan digital such kini.

“ jadi buat untuk kita pergerakan disana, gampang kalau mau nonnada film, tinggal dimasukkan saja,” dokter Agus.

Namun cerita manis menyertainya mulailah meredup di penghujunew york dekade 90 an. Lesunmemiliki industri film nasional memuntuk jaringan bioskop-bioskop di negara air gulungi tikar. Di Mataram tercatat hanya Ilama dan Gemini yang terakhir bertahan. Selebihnmemiliki siap lebih dulouis gulunew york layar.

Selain industri film yanew york moart-marit masuknya televisi senjata origin Jepang memkarena sarana hiburan increasingly terjangkau. Orangai tak perluís lainnya memgaji mahal hanya hanya menonton film.

kemudian teknologi penyimpan film juga berkembang. Kaset video mengedarkan diikuti kemudian malalui cakram masif CD dan DVD. Teknologi ini benar-benar memudahkan oranew york menyaksimodern film menjangkau cepat dan mudah. Sekian lagi, tanpa harus berlama-lama antre tiket di bioskop.

figure poster film film zaman dulu.

awal Mula bioskop Ampenan

Misbach Yusa Biran batin historia Film 1900-1950 menyebut bioskop hadir pertama kali di Indonesia di penghujungai five 1900. Circa tahun lima usai orang-orang di Amerika dan Eropa digali teknologi pembuatan lukisan bergerak.

Kelahiran bioskop bukan tidak punya tumbal. Ia perlahan mematikan melangkah Toneel dan Komedi Stamboel, opera kelilingi yang sedanew york naik daun. Orang-oranew york lekas gandrungi dan menyebut teknologi baru menemani itu seperti gambar Idoep.

suratnya kabatang Bintangai Betawi edcontent Rabu 5 Desember 1900 memuat quadng penayangan film perdana di Hindia Beltheir digelar di sebuah rumah di tanah Abang, Jakarta. Kelak lokasi inilah yangi menenim sinema pertama dengan nama belakang The Roijal Bioscope atau sinema Kebon Jae, tanah Abang. Dari sinilah bioskop menyebatang setelah penjuru nusantara.

mendahulukan di Ampenan, suratnya kabatang Het Niews Van Den Daag terbitan Batavia edcontent Kamis 20 Januari 1938 sempat menyinggungi dibukanya sebuah bioskop di Ampenan. Sebuah teater pertama yanew york dikarena batin gedungai permanen. Di dalam peresmiannmiliki orangai ramai datanew york dan noël dibandingkan bayaran. Tak disebutkan dengan demikian lokasi persis bioskop ini.

Namun demikian bioskop benar-benar berbalik secara regular darimana tahun 1948. Cdigantung Hua teater didirimodern malalui seorangi pebisnis pria Tionghoa. Batin sebuah kolom reklame pada Telefoongids Bali en Lombok edisi 20 April 1949 disebutkan Cmenggantung Hua Theater merupakan jaringan dari United Cinema Combination kanton Bali-Lombok yangi bertengah di Denpasar. Jaringan ini meliputi Hollywood teater Denpasar, Mamemiliki teater Singaraja, Satmemiliki theatre Bulelelng, Bali Baru teater Seririt, Corona theatre Kelungkungi dan Cdigantung Hua teater Ampenan.

Kelak lokasi Cdigantung Hua theatre ini lebih diknows menjangkau nama belakang bioskop Ramayana hingga di atas dekade 90-an.

bioskop ini sendiri menempati sebuah bangunan bergaya Art Deco kedudukan di sisi utara Perlimaan Ampenan. Batin sebuah bergambar dari Tropen Museum dari five 1948 bangunan ini sekaligus menenim gedung perkempulan Marga Hakka.

Gedungi weiss menjulang mencapai sebuah balkon semarkas besar lingkar di potongan atas. Poster-poster film Mandarin di dipajangai di sisi kiri dan kanan. Kini bangunan ini sudah tiada berganti menenim komplek pertokoan. Bangunan sezamannya yangi masih menyelesaikan adalah kantor Pegadaian yang berada persis di sisi timur bioskop.

usai Ramayana gulung layar satu persatu sinema di Lombok organisasi beroperasi. Irama, Gemini, Perumnas dan bioskop lalainnya. Sempat beberwhat kali bioskop sekala kecil di buka di mulailah 2000 an. Namun seluruhnmemiliki gagal.

Lihat lainnya: Pertandingan Makan Telur Ikan Termahal Di Dunia Untuk Dimakan

Belakangan dari 2015 sejumlah jaringan sinema nasional membuka terbuka cabangi di Mataram. XX1 di Lombok Epicentrum, CGV di Transmart, Cinemaxx di Lombok City Center Gerimak dan Cinepolis di Mataram Mall. Namun kapak ekonomi yangi diperparah malalui epidemi korona memuntuk mereka limbung. Dari alles baru XXI yangai mencoba kembali buka. Dapatkah mereka bertahan? Biarlah zaman membuktikan.

*
*) Penulis : Zulhakim, penyuka artian dan budaya tinggal di Ampenan Lombok / Instagram